Katagori

Rabu, 30 April 2014

UKM MAHADIKA



COMPANY  PROFILE

TRAINING & CONSULTING

Nama Kelompok :
  • Ilham Maulana
  • Dito Haryo Yudanto
  • Gema Wisnuwardhana
  • Indrako Simidjaya
  • Nabil Hassan
  • Rafli Tri Suhendar


Nama Perusahaan
PT. Mahadika Artamedia
Legal Hukum
Akta Pendirian No. 87  Tahun 2007
(Notaris Inggrid Lannywaty, SH Jakarta)
Pengesahan Kehakiman nomor : C-00186HT.01.01.TH.2007
Alamat Kantor
Jl. Jahe No.18 Depok Utara
Telp : -
No. SIUP
0284/1.824.51
NPWP
02.623.639.8-061.000

 










MANAJEMEN MAHADIKA ARTAMEDIA:
KOMISARIS :
Ir. Riyanto Susilo, Msi          
DIREKSI :
Drs. Didik Sudarsono                      (Direktur Utama)
Drs. Moh. Adjie Hadipriawan                  (Direktur)


 DEVINISI KEWIRAUSAHAAN:

Kewirausahaan (inggris: Entrepreneurship) atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian. 
 
VISI DAN MISI PERUSAHAAN

VISI
Menjadi lembaga konsultasi pendidikan dan pelatihan terkemuka di dalam pembentukan sumberdaya insani/manusia unggulan.

MISI
1.                 Mengantarkan pemahaman diri dan kekuatan iman dalam pembentukan insan berkualitas.
2.                 Membekali insan-insan terlatih untuk mampu mengelola pribadinya secara berkualitas.
3.                 Membekali pribadi-pribadi terlatih yang mampu memahami eksistensi dirinya sehingga menjadi pribadi-pribadi unggul yang kreatif, inovatif dan tangguh.
4.                 Memotivasi insan-insan terlatih untuk menerapkan kualitas dirinya dalam berbagai bentuk pengelolaan usaha secara kompetitif.
5.                 Menjadikan rasa syukur sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas insani secara istiqamah.

LATAR BELAKANG

Pemahaman dan penggalian potensi diri merupakan modal dasar untuk menjadi insan yang berkualitas.  Disisi lain tuntutan pasar sudah menjadi kebutuhan mutlak untuk mampu berkompetisi diajang global.  Perkembangan global membutuhkan sumberdaya insani (SDI) yang tidak hanya mau bekerja keras, tetapi diperlukan SDI yang kreatif, inovatif, bersemangat baja, tanpa melupakan jati dirinya sebagai insani ciptaan Ilahi Robbi. 

Berangkat dari latar belakang ini, Mahadika Artamedia memberikan solusi pendidikan dan pelatihan sumberdaya insani yang berkualitas.  Mahadika Artamedia didirikan oleh pribadi-pribadi yang menaruh perhatian besar pada pembentukan insan berkualitas.  Pribadi-pribadi ini berbekal pemahaman yang luas akan pentingnya pendidikan dan pelatihan sumberdaya insani.  Hal ini diwujudkan dalam rangkaian penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan diberbagai intitusi di Tanah Air.

PRODUK DAN LAYANAN

Mahadiaka Artamedia menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sumberdaya insani dengan didukung oleh materi pendidikan, pengajar, sarana dan prasarana yang teruji.  Produk-produk pendidikan dan pelatihan dapat diselenggarakan dalam bentuk publik class atau pun in-house training dan outbond.
Berikut ini adalah rangkaian pendidikan dan pelatihan yang ditawarkan oleh Mahadika Artamedia:
1.     AST (Achievement Spiritual Training).
2.     Work Culture Development Program.
3.     Character Building.
4.     Excellence Service.
5.     Excellence Worker.
6.     Supervisory Skill.
7.     Keuangan Syariah.
8.     Membangun Rumah Tangga Cinta.
9.     Character Building for Children.
10.                        Teacher Development Program.
11.                        ISO 9001:2000 dan 14.000.
12.                        Pelatihan Bahasa Inggris
Adapun layanan yang disediakan oleh Mahadika Artamedia diantaranya:
1.     Konsultasi.
2.     Event Organizer.

Pihak yang bersangkutan hanya memberi tahu nominal omset / bulan sebesar Rp.15.000.000 dan todak mengizinkan laporan keuangannya dipublikasikan.

TIM & TENAGA AHLI  MAHADIKA ARTAMEDIA
Tim Training
v Ir. Riyanto Susilo, Msi.
v L.Y. Firmansyah Putra
v Muh. Hilal Tri Anwari
v Drs. Didik Sudarsono
v Moh. Adjie Hadipriawan

Selasa, 04 Februari 2014

ERD - PINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN



Definisi ERD :

Entitiy Relationship Diagram atau lebih dikenal dengan (ERD) merupakan salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual untuk jenis/model semantik sistem. Dimana sistem seringkali memiliki sistem data relasional, dan ketentuannya bersifat Top-Down.
Dalam hal ini kita akan menjelaskan dan menggambarkan contoh kasus dengan penggambaran ERD.


Contoh Kasus :

Pada saat mendaftar menjadi anggota perpustakaan Fakultas, dicatatlah nama, nomor mahasiswa dan alamat mahasiswa. Setelah itu mereka baru bisa meminjam buku di perpustakaan. Buku-buku yang dimiliki perpustakaan banyak sekali jumlahnya. Tiap buku memiliki data nomor buku, judul, pengarang, penerbit, tahun terbit. Satu buku bisa ditulis oleh beberapa pengarang.

Tentukan entitas, atribut dan relasi dari deskripsi di atas, dengan menggambar ERDnya.

- Dari contoh kasus diatas dapat disimpulkan, bahawa seorang mahasiswa dapat meminjam buku, jika dia menjadi atau terdaftar sebagai anggota perpustakaan fakultas.

A. Menentukan Entitas, Atribute dan Relasi

1.     Entitas : Merupakan individu yang dapat mewakili sesuatu yang nyata yang dapat digambarkan oleh data. disini entitas dari kasus diatas adalah : 1. Mahasiswa, 2. KAP (kartu anggota perpustakaan) 3. Buku Pinjam

2.     Atribute : Merupakan pendeskripsian karakteristik dari entitas. Disini Atribute dari kasus diatas terdiri dari : Nama, NPM, Alamat, Nomor Buku, Judul Buku, Pengarangan, Penerbit dan Tahun terbit.

Relasi : Relasi merupakan penghubung dari Entitas yang berkaitan. dan hubungan antar entitas dengan relasi terbentuk dalam garis. disini relasi dari kasus diatas adalah : 1. Membuat, 2. Menyajikan.

B. Mengetahui Bentuk Notasi ERD

       
C. Pembuatan ERD Peminjaman Buku Perpustakaan                                                                         

Setelah kita mengetahui Entitas,Relasi,Atribut dan mengetahui bentuknya. maka kita bisa membuat gambar ERD dari contoh kasus diatas. 


                          Gamabr diatas menggambarkan ERD dari peminjaman Buku Perpustakaan

Refrensi : 

airuzelsaid.wordpress.com/2010/03/16/sistem-basis-data-entity-relationship-diagram-erd/
http://dharmanacyber.com/2013/01/entity-relationship-diagram-erd.html

Rabu, 06 November 2013

Lingkungan Basis Data


PENDAHULUAN

•             Latar Belakang
     Basis data terdiri dari dua kata yaitu basis dan data. Basis dapat diartikan sebagai tempat berkumpul, markas atau sarang, sedangkan data suatu fakta dari dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti kaset ( lagu, penyanyi, pencipta dan lain-lain ) atau kendaraan (mobil, motor, bus, dan lain-lain). Basis data dan lemari kaset memiliki prinsip kerja dan tujuan yang sama, yaitu pengaturan, kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan suatu objek.
      Pengaturan yang dilakukan pada lemari kaset merupakan pengaturan secara manual di mana pengaturan tersebut dapat diaplikasikan dalam ke dalam suatu data abstrak yang berisi karakteristik dari suatu kaset dan disimpan didalam suatu basis data atau tempat penyimpanan data tau file. Sehingga perbedaannya ada pada media penyimpanannya. Basis data menggunakan media penyimpanan elektronis sedangkan kaset menggunakan lemari untuk media penyimpanannya. Perbedaan ini akan mengakibatkan perbedaan-perbedaan lainnya seperti jenis metode / cara yang digunakan dalam upaya penyimpanan atau jumlah yang akan disimpan.
     Sebuah basis data dapat dipandang sebagai suatu jenis filing cabinet elektronik yang disebut juga sebuah tempat penyimpanan untuk files data yang terkomputerisasi.
PEMBAHASAN
    Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa latin (systēma) dan bahasa yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi,materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
       Pengertian Sistem Basis Data
SISTEM DATABASE adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record
dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta
memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan, sehingga mampu
menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusan.

    Komponen Utama Sistem Basis Data
1. Perangkat Keras (Hardware)
2. Sistem Operasi (Operating System)
3. Basis Data (Database)
4. Sistem (Aplikasi/Perangkat Lunak) Pengelola Bisnis Data (DBMS)
5. Pemakai (User)
6. Aplikasi (perangkat lunak) lain (bersifat opsional)[2]
Komponen Utama Database

    Untuk membuat suatu database kalian harus mengetahui komponen-komponen apa saja yang diperlukan dalam membuat database.
Untuk itu saya akan memberitahu komponen-komponen dasar apa saja yang dibutuhkan dalam membuat database.

Perangkat Keras ( Hardware )
    Perangkat keras yang dibuthkan dalam pengolaan database berupa komputer beserta kelengkapannya seperti monitor, memory, keyboard, mouse dan lain-lain.

Data
    Komponen yang akan diolah sehingga bernilai informasi dan dapat dijadikan sebagai bahan pengambilan keputusan.

Perangkat Lunak ( Sotware )
    Aplikasi yang digunakan untuk mengelola database misalnya Visual Basic.

Pengguna ( User )
    Pengguna atau user ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
1.    Database Manager
Modul program menyediakan antar muka ( Interves ) antara penyimpanan data tingkat rendah dalam databasedengan program aplikasi dan query yang diajukan system database.
2.    Database administrator ( DBA )
Orang yang mempunyai kekuasaan sebagai pusat pengontrol terhadap seluruh system baik data maupun program yang  mengakses data.
3.    Database User
Pemakai database berdasarkan cara berinteraksi terhadap system.
database user ini juga dibagi menjadi  beberapa macam yaitu:
    * Programer Aplikasi
Seorang prefesional computer  yang berinteraksi terhadap system Database dengan penulis program dan menggunakan Data Manipulation Language ( DML ) yang dibuat bahasa pemrograman seperti , bahasa c, pascal cobol, dll. Program – program yang dibuatnya disebut dengan program aplikasi.
    * User Mahir
Pemakai yang berinteraksi  terhadap system database menggunakan fasilitas query yang telah disediakan  oleh DBMS dan telah mahir mengggunakannya.
    * User Umum
Pemakai yang tidak berpengalaman, berinteraksi dengan system database tanpa menulis program dan query, tetapi hanya menjalankan program- program aplikasi yang dibuat oleh Programer Aplikasi.
    * User Khusus
Pemakai yang menulis aplikasi data secara traditional, tetapi untuk keperluan khusus, seperti untuk aplikasi Artificial Intelegen, system pakar, pengolahan dll.

       Tingkatan Arsitektur Basis Data ANSI-SPARC
  Ada 3 tingkat dalam arsitektur basis data yang bertujuan membedakan cara pandang pemakai terhadap basis data dan cara pembuatan basis data secara fisik.
 Tingkatan arsitektur basis data,yaitu :
1.            Tingkat Eksternal (External Level)    
2.            Tingkat Konseptual (Conseptual Level)
3.            Tingkat Internal (Internal Level)




Contoh : sebuah file Pegawai yang akan didefinisikan
•             Tingkat Eksternal (External Level)
   Cobol
       01 PEG_REC.
          02 PEG_NO PIC X(6).
          02 DEPT_NO PIC X(4).
          02 GAJI PIC 9(6).
•             Tingkat Konseptual (Conceptual Level)
       PEGAWAI
      NOMOR_PEGAWAI        CHARACTER 6
     NOMOR_DEPT      CHARACTER 4
       GAJI  NUMERIC 6
•               Tingkat Internal (Internal Level)
FILE_PEGAWAI   LENGTH = 22
PREFIX       TYPE = BYTE (6), OFFSET = 0
EMP#          TYPE = BYTE (6), OFFSET = 6, INDEX = EMPX
DEPT#        TYPE = BYTE (4), OFFSET = 12
PAY    TYPE = FULLWORD, OFFSET = 16
    Data Independence
  Tujuan utama dari 3 tingkat arsitektur adalah memelihara kemandirian data (data independence) yang berarti perubahan yang terjadi pada tingkat yang lebih rendah tidak mempengaruhi tingkat yang lebih tinggi.
Ada 2 jenis data independence, yaitu
1. Physical Data Independence
2. Logical Data Independence
    Prinsip Data independence adalah salah satu hal yang harus diterapkan di dalam pengelolaan sistem basis data dengan alasan-alasan sbb :
1. DBA dapat mengubah isi, lokasi, perwujudan dalam organisasi basis data tanpa mengganggu program-program aplikasi yang sudah ada.
2. Pabrik / agen peralatan / software pengolahan data dapat memperkenalkan produk-produk baru tanpa mengganggu program-program aplikasi yang sudah ada.
3. Untuk memindahkan perkembangan program-program aplikasi .
4. Memberikan fasilitas pengontrolan terpusat oleh DBA demi keamanan dan integritas data dengan memperhatikan perubahan-perubahan kebutuhan pengguna.
    Bahasa Dalam DBMS
  DBMS (Database Management systems) adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. Dengan adanya berbagai tingkatan pandangan dalam suatu basis data maka untuk mengakomodasikan masing-masing pengguna dalam piranti lunak manajemen basis data biasanya terdapat bahasa-bahasa tertentu yang disebut Data Sub language.
  Data sub language adalah subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data. Dalam penggunaan biasanya dapat ditempelkan (embedded) pada bahasa tuan rumah (Cobol, PL/1, dsb). Secara umum maka setiap pengguna basis data memerlukan bahasa yang dipakai sesuai tugas dan fungsinya.
Dalam basis data secara umum dikenal 2 data sub language, yaitu:
1. Data Definition Language (DDL)
2. Data Manipulation Language (DML)
Ada 2 jenis DML,yaitu :
1. Procedural DML
2. Non Procedural
    Programmer aplikasi menggunakan bahasa-bahasa seperti Cobol, Informix, dll (host language) yang ditempelkan dengan bahasa yang dipakai dalam DBMS. Pemakai terminal menggunakan bahasa Query (misal SQL) atau menggunakan program aplikasi (yang dirancang oleh programmer). Sedangkan DBA lebih banyak menggunakan bahasa DDL dan DML yang tersedia dalam DBMS.
•             Model Data
   Model data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dala suatu organisasi. Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.
Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau model data berbasis record.
1. Model Data Berbasis Objek
    Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas. Beberapa jenis model data berbasis objek yang umum adalah :
       - entity-relationship
       - semantic
       - functional
       - object-oriented
2. Model Data Berbasis Record
     Pada model data berbasis record, basis data terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis model data berbasis record yaitu :
          - Model data relasional (relational)
          - Model data hierarkhi (hierarchical)
- Model data jaringan (network)
   Model data jaringan dikenal sebagai STRUKTUR PLEX .

    Fungsi DBMS
Layanan-layanan yang sebaiknya disediakan oleh database management system  adalah :
1.  Penyimpanan, pengambilan dan perubahan data
2.  Katalog yang dapat diakses pemakai
3.  Mendukung Transaksi
4.  Melayani kontrol concurrency
5.  Melayani recovery
6.  Melayani autorisasi
7.  Mendukung komunikasi data
8.  Melayani integrity
9.  Melayani data independence
10. Melayani utility

       Komponen DBMS